Kenapa Mahasiswa Harus Magang?

0
173

Sebelum menyusun skripsi atau tugas akhir, mahasiswa akan merasakan praktik langsung untuk menerapkan ilmu yang sudah didapat. Sebagian kampus mengimplementasikannya melalui program magang, dan beberapa lainnya melakukan dengan cara kuliah kerja nyata (KKN).

Ulasan kali ini membahas mengenai program magang. Biasanya, magang dilakukan di perusahaan atau institusi yang berkaitan dengan program studi yang dipelajari. Misalnya, untuk mahasiswa komunikasi mereka akan merasakan magang di media massa, seperti koran, TV, majalah, atau portal berita online. Durasi magang di perusahaan umumnya satu sampai dua bulan. Nah, untuk pilihan tempat magang disesuaikan dengan perguruan tinggi masing-masing. Ada yang sudah ditentukan, namun tak jarang mahasiswa harus mencari tempat magangnya sendiri.

Dengan magang, mahasiswa akan merasakan langsung suasana kerja secara profesional. Bahkan, selama magang kamu mungkin akan merasakan beragam kendala, seperti sulit beradaptasi, melakukan kesalahan, sampai dimarahi atasan. Untuk itu, perlu untuk mempersiapkan mental, termasuk rajin cari tahu informasi agar hal tersebut dapat diantisipasi.

Kamu harus memanfaatkan masa magang semaksimal mungkin. Jagalah sikap dengan baik lantaran kinerja selama magang akan menjadi penilaian perusahaan yang juga mempengaruhi nilai kelulusan.

Serba-serbi magang lain yang wajib diketahui mahasiswa, yakni minimal perusahaan akan memberikan uang untuk transportasi dan makan. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa yang terpenting adalah kesempatan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman, serta jaringan (networking) yang akan berguna bagi kehidupan setelah lulus.

Hal menarik lainnya saat magang adalah jika kinerjamu bagus, perusahaan akan memberi tawaran kerja setelah lulus nanti. Dengan begitu, kamu tak perlu pusing bersaing dengan lulusan lain dalam mencari kerja. Selain itu, kesan yang baik selama magang turut menjaga nama baik almamater di mata perusahaan.

 

LEAVE A REPLY

two × 1 =